Saturday, 23 May 2026

[23052026] Quss bin Saida (Tawakkal, Terimaan dan Teruskan Kehidupan)


Teks lengkap khutbah (prosa) masyhur Quss bin Saidah al-Iyadzi di Pasar Ukaz beserta dengan bait syair penutupnya, lengkap dalam bahasa Arab dan terjemahan maksudnya yang penuh dengan pengajaran tentang kehidupan, kematian, dan ketauhidan:

Teks Khutbah (Bahasa Arab):

«أَيُّهَا النَّاسُ، اسْمَعُوا وَعُوا، وَإِذَا سَمِعْتُمْ فَانْتَفِعُوا، إِنَّهُ مَنْ عَاشَ مَاتَ، وَمَنْ مَاتَ فَاتَ، وَكُلُّ مَا هُوَ آتٍ آتٍ. مَطَرٌ وَنَبَاتٌ، وَأَرْزَاقٌ وَأَقْوَاتٌ، وَآبَاءٌ وَأُمَّهَاتٌ، وَأَحْيَاءٌ وَأَمْوَاتٌ، جَمْعٌ وَشَتَاتٌ، وَآيَاتٌ بَعْدَ آيَاتٍ.

إِنَّ فِي السَّمَاءِ لَخَبَراً، وَإِنَّ فِي الأَرْضِ لَعِبَراً. لَيْلٌ دَاجٍ، وَنَهَارٌ سَاجٍ، وَسَمَاءٌ ذَاتُ أَبْرَاجٍ، وَأَرْضٌ ذَاتُ فِجَاجٍ، وَبِحَارٌ ذَاتُ أَمْوَاجٍ. مَا لِي أَرَى النَّاسَ يَذْهَبُونَ وَلاَ يَرْجِعُونَ؟ أَرَضُوا بِالْمَقَامِ فَأَقَامُوا؟ أَمْ تُرِكُوا هُنَاكَ فَنَامُوا؟

أَقْسِمُ بِاللَّهِ قَسَماً حَقّاً لاَ إِثْمَ فِيهِ وَلاَ حَانِثاً: إِنَّ لِلَّهِ دِيناً هُوَ أَرْضَى لَهُ وَأَفْضَلُ مِنْ دِينِكُمُ الَّذِي أَنْتُمْ عَلَيْهِ، وَإِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ مِنَ الأَمْرِ مُنْكَراً!

يَا مَعْشَرَ إِيَاد! أَيْنَ الآبَاءُ وَالأَجْدَادُ؟ وَأَيْنَ الْفَرَاعِنَةُ الشِّدَادُ؟ أَيْنَ ثَمُودُ وَعَادٌ؟ أَيْنَ مَنْ بَنَى وَشَيَّدَ، وَزَخْرَفَ وَنَجَّدَ، وَغَرَّهُ الْمَالُ وَالْوَلَدُ؟ أَيْنَ مَنْ طَغَى وَبَغَى، وَجَمَعَ فَأَوْعَى، وَقَالَ أَنَا رَبُّكُمُ الأَعْلَى؟ أَلَمْ يَكُونُوا أَكْثَرَ مِنْكُمْ مَالاً، وَأَطْوَلَ آمَالاً؟ طَحَنَهُمُ الثَّرَى بِكَلْكَلِهِ، وَمَزَّقَهُمْ بِتَطَاوُلِهِ، فَتِلْكَ عِظَامُهُمْ بَالِيَةٌ، وَبُيُوتُهُمْ خَاوِيَةٌ عَمَرَتْهَا الذِّئَابُ الْعَاوِيَةُ. كَلاَّ بَلْ هُوَ اللهُ الْوَاحِدُ الْمَعْبُودُ، لَيْسَ بِوَالِدٍ وَلاَ مَوْلُودٍ.»


Syair Penutup Khutbah (Bahasa Arab):

(Selepas berkhutbah, beliau mengakhiri dengan bait-bait syair berikut):

فِي الذَّاهِبِينَ الأَوَّلِيـ ... ـنَ مِنَ القُرُونِ لَنَا بَصَائِرْ

لَمَّا رَأَيْتُ مَوَارِدًا ... لِلْمَوْتِ لَيْسَ لَهَا مَصَادِرْ

وَرَأَيْتُ قَوْمِي نَحْوَهَا ... تَمْضِي الأَكَابِرُ وَالأَصَاغِرْ

لاَ يَرْجِعُ المَاضِي إِلَيَّ ... وَلاَ مِنَ البَاقِينَ غَابِرْ

أَيْقَنْتُ أَنِّي لاَ مَحَا ... لَةَ حَيْثُ صَارَ القَوْمُ صَائِرْ




Terjemahan Maksud (Bahasa Melayu):

"Wahai manusia! Dengarlah dan fahamilah, dan apabila kamu mendengarnya, ambillah manfaat daripadanya. Sesungguhnya sesiapa yang hidup pasti akan mati, sesiapa yang mati akan lenyap, dan setiap apa yang akan datang (hari kiamat/kematian) pasti akan tiba. Hujan turun dan tumbuhan tumbuh, rezeki didapati dan makanan dinikmati, ada ayah dan ada ibu, ada yang hidup dan ada yang mati, ada perhimpunan dan ada perpisahan, serta tanda-tanda (kekuasaan Tuhan) yang datang silih berganti.

Sesungguhnya di langit ada berita (kekuasaan-Nya) dan di bumi ada pengajaran (bagi kita). Malam yang gelap gulita, siang yang terang benderang, langit yang memiliki gugusan bintang, bumi yang memiliki jalan-jalan yang luas, dan lautan yang memiliki ombak yang besar. Mengapakah aku melihat manusia pergi (mati) dan mereka tidak kembali lagi? Adakah mereka redha dengan tempat tinggal di sana lalu terus menetap? Ataupun mereka ditinggalkan di sana lalu tertidur?

Aku bersumpah dengan nama Allah, suatu sumpah yang benar, tiada dosa di dalamnya dan bukan dusta: Sesungguhnya Allah mempunyai agama yang lebih diredhai-Nya dan lebih utama berbanding agama yang kamu anuti sekarang (menyembah berhala), dan sesungguhnya kamu telah melakukan perkara yang sangat mungkar!

Wahai kaum Iyad! Di manakah bapa-bapa dan datuk-nenek moyang kamu? Di manakah golongan Firaun yang gagah perkasa? Di manakah kaum Thamud dan kaum 'Ad? Di manakah orang-orang yang membina dan mendirikan bangunan tinggi, menghias dan mempercantikkannya, serta orang yang terpedaya dengan harta dan anak-pinak? Di manakah orang yang melampaui batas dan zalim, yang mengumpul harta lalu menyimpannya, serta orang yang pernah berkata: 'Akulah tuhanmu yang paling tinggi'?

Bukankah mereka dahulu lebih banyak harta daripada kamu, dan lebih panjang angan-angannya? Namun bumi telah menghancurkan mereka dengan dadanya, dan masa telah merobek mereka dengan berlalunya waktu. Maka lihatlah, itulah tulang-belulang mereka yang telah hancur, dan rumah-rumah mereka yang telah kosong yang kini dihuni oleh serigala yang melolong. Sekali-kali tidak! Malah Dialah Allah, Tuhan Yang Maha Esa lagi disembah, Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan."


Terjemahan Syair Penutup:

"Pada orang-orang terdahulu yang telah pergi dari kurun-kurun yang lalu, ada iktibar (pandangan mata hati) bagi kita.

Apabila aku melihat tempat-tempat mengalir menuju kematian, tiada jalan untuk berpatah balik (sumber air yang tidak mengalir keluar semula).

Dan aku melihat kaumku menuju ke arahnya (kematian), sama ada orang-orang dewasa mahupun anak-anak kecil.

Orang yang telah lalu tidak akan kembali kepadaku, dan tiada seorang pun yang tinggal akan kekal selamanya.

Maka aku yakin, bahawa aku juga tanpa ragu-ragu lagi, akan menuju ke tempat ke mana kaum tersebut telah pergi."


Wednesday, 6 May 2026

[06052026] Redundancy

Here is an exploration of why building "room for error" is the ultimate strategy for long-term success.
The Concept: Single Points of Failure
In the world of engineering, a single point of failure is a part of a system that, if it fails, will stop the entire system from working. As Housel notes on page 145:
"A good rule of thumb for a lot of things in life is that everything that can break will eventually break. So if many things rely on one thing working, and that thing breaks, you are counting the days to catastrophe."
Most people believe they are being efficient by eliminating "waste" or "extra" parts. However, in an unpredictable world, efficiency is the enemy of resilience.
Engineering Resilience: Learning from Jets and Bridges
To understand why we need redundancy in our wallets, we can look at how we build things that must stay up. Housel points out that critical systems on airplanes have backups, and those backups often have backups of their own.
Modern Jets: They possess four redundant electrical systems. A pilot can fly with one engine and, remarkably, can land with none because the brakes alone can stop the plane on a runway.
Suspension Bridges: These structures are designed to lose many of their cables without collapsing.
These aren't "inefficiencies"—they are the only reasons these systems are safe. If we demand this level of safety for a bridge, why don't we demand it for our livelihoods?

The Financial Equivalent: Saving for the Unknown
The biggest mistake most people make is believing that they only need to save for a specific goal, like a car, a house, or retirement. Housel argues that the most important kind of saving is for the things you cannot see coming.
"The biggest single point of failure with money is a sole reliance on a paycheck to fund short-term spending needs, with no savings to create a gap between what you think your expenses are and what they might be in the future." (Housel, 145)
Why You Should "Save for Nothing"
In chapter 10 of The Psychology of Money, Housel emphasizes that you don't need a specific reason to save. Realizing that you can save just for the sake of saving gives you:

Optionality: The ability to wait for a better job or a better investment.

Redundancy: A buffer against the "unknown risks" that are, by definition, impossible to prepare for.

Conclusion: Embellish Your "Room for Error"
The world is messy, and "uncharted territory" is where most of life happens. You cannot prepare for what you cannot envision, but you can guard against its damage by avoiding single points of failure.

By building redundancy into your life—through emergency funds, diverse skill sets, and a margin of safety in your budget—you ensure that when one "cable" snaps, your whole bridge doesn't come tumbling down.

Reference: Housel, M. (2020). The Psychology of Money: Timeless lessons on wealth, greed, and happiness. Harriman House.

[23052026] Quss bin Saida (Tawakkal, Terimaan dan Teruskan Kehidupan)

Teks lengkap khutbah (prosa) masyhur Quss bin Saidah al-Iyadzi di Pasar Ukaz beserta dengan bait syair penutupnya, lengkap dalam bahasa Ara...